top of page

Koding Next Meluncurkan Sekolah Virtual di Roblox Inovasi Belajar Coding Anak Indonesia

  • Gambar penulis: Aprilia Putri Sandora
    Aprilia Putri Sandora
  • 1 Okt 2021
  • 4 menit membaca

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia pendidikan berubah cukup cepat. Banyak sekolah dan lembaga mulai mencari cara baru untuk membuat proses belajar terasa lebih relevan, menarik, dan sesuai dengan kebiasaan generasi muda yang tumbuh bersama teknologi. Untuk kami di Koding Next, perubahan ini bukan sesuatu yang menakutkan. Sebaliknya, ini adalah peluang besar untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan dunia yang sehari-hari murid temui. Dari pemikiran seperti inilah lahir Koding Next: The Game, dunia virtual kami di Roblox yang dirancang khusus untuk murid-murid kami di seluruh Indonesia.


Roblox sendiri sudah lama dikenal sebagai platform yang memungkinkan penggunanya menciptakan game dan dunia interaktif. Jutaan pemain setiap hari masuk ke Roblox untuk bermain, berkreasi, atau sekadar bertemu teman-teman mereka. Karena itulah kami merasa Roblox adalah tempat yang tepat untuk menghadirkan ruang belajar yang terasa menyenangkan dan tidak kaku. Setelah bertahun-tahun mengajar coding dan teknologi untuk anak usia 4 sampai 16 tahun, kami memahami bahwa mereka belajar paling efektif ketika merasa nyaman dan terlibat. Game dan dunia virtual yang familiar bisa membantu mereka mencapai itu.


Sekolah Virtual di Roblox

Koding Next: The Game adalah salah satu bentuk inovasi yang kami banggakan. Kami menjadi sekolah pertama di Indonesia yang merilis game edukatif di Roblox sekaligus menjadi institusi pendidikan pertama di Indonesia yang telah bekerja sama secara resmi dengan Roblox. Kolaborasi ini memperkuat komitmen kami untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan industri digital saat ini.


Salah satu hal yang membuat dunia virtual ini istimewa adalah desain lingkungannya. Di dalam Roblox, kami membangun replika kantor pusat Koding Next di Kemayoran, Jakarta. Bukan hanya sekadar menyalin bentuk bangunan, tetapi juga suasana dan elemen-elemen yang biasa murid temui ketika datang ke lokasi tersebut sebelum pandemi. Kami ingin murid merasakan kembali pengalaman menjelajahi sekolah, meski sekarang dilakukan secara virtual.


Ketika masuk ke Koding Next: The Game, murid dapat berjalan dari satu ruangan ke ruangan lainnya, persis seperti ketika mereka berada di kantor pusat. Ada ruang kelas, area kreatif, sampai beberapa lokasi rahasia yang hanya bisa ditemukan kalau mereka berani mengeksplorasi. Tantangan-tantangan kecil juga diselipkan di beberapa titik untuk mengasah rasa ingin tahu mereka. Setiap tantangan biasanya membutuhkan pemecahan masalah atau kerja sama dengan teman-teman satu tim. Tujuan akhirnya bukan sekadar memberi hiburan, tetapi menciptakan lingkungan belajar yang membuat mereka aktif berpikir.


Di banyak tantangan, koordinasi menjadi hal penting. Karena itu, murid diajak berkomunikasi lewat fitur chat di dalam game. Mereka saling berdiskusi, mengarahkan strategi, atau membantu teman yang kesulitan menyelesaikan misi tertentu. Sama seperti ketika mereka mengerjakan proyek coding di kelas, kebiasaan bekerja dalam tim membantu mereka memahami bahwa teknologi bukan hanya soal mengetik kode, tapi juga bagaimana berkolaborasi dan memecahkan masalah bersama.


Sejauh ini, Koding Next: The Game sudah dimainkan oleh lebih dari 1.500 murid. Angka tersebut terus bertambah, terutama karena murid yang baru bergabung biasanya langsung penasaran untuk mencoba dunia virtual ini. Banyak juga orang tua yang memberi tanggapan positif. Mereka melihat game ini bukan sekadar permainan, tetapi jembatan bagi anak-anak untuk tetap terhubung dengan teman-temannya di tengah pembelajaran jarak jauh. Banyak orang tua yang sempat khawatir anak-anak kehilangan interaksi sosial selama pandemi. Dunia virtual ini hadir sebagai salah satu solusi.


Menurut Bartek Wasik, Co-Founder Koding Next, tujuan utama kami adalah memastikan anak-anak Indonesia tetap mendapatkan pembelajaran berkualitas, apa pun kondisi dan tantangannya. Bartek sering menekankan bahwa perubahan teknologi harus diikuti oleh dunia pendidikan agar tidak tertinggal. Roblox menjadi salah satu bentuk adaptasi tersebut. Dengan jutaan pengguna aktif harian, Roblox adalah platform yang dekat dengan keseharian murid. Menghadirkan materi belajar di dalam platform yang mereka sukai menjadi cara efektif untuk membuat pembelajaran terasa alami.


Sejak berdiri pada tahun 2016, Koding Next telah berkembang cukup pesat. Kami mulai dengan visi sederhana: memberikan pendidikan coding dan teknologi yang bisa diakses anak-anak Indonesia. Dalam perjalanannya, kami berekspansi dari Jakarta ke berbagai kota lain dan menjangkau murid dari Sumatra sampai Papua. Kami juga mulai menerima murid dari luar negeri yang tertarik dengan metode pembelajaran kami.


Hingga saat ini, lebih dari 10.000 kursus telah terjual dan lebih dari 2.000 murid pernah mengikuti program-program kami. Dalam setahun setengah terakhir, pertumbuhan kami semakin cepat. Banyak keluarga yang mulai melihat coding sebagai kebutuhan masa depan, bukan lagi kegiatan tambahan. Kami juga memperluas bidang pembelajaran, dari pembuatan game Roblox, desain web, coding 2D dan 3D, sampai pembuatan aplikasi mobile. Setiap tahun, kami berusaha menambahkan program baru agar murid bisa belajar hal-hal yang relevan dengan tren teknologi terbaru.


Ke depan, kami punya beberapa rencana yang cukup ambisius. Kami ingin memperkenalkan lebih banyak program yang berkaitan dengan kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), dan pengembangan kendaraan otonom. Kami juga sedang memperluas jaringan sekolah di Indonesia dan mengembangkan kerja sama internasional, termasuk dengan sekolah-sekolah ternama di Amerika Serikat. Semua ini dilakukan agar kami bisa menawarkan pembelajaran berbasis STEAM (Sains, Teknologi, Teknik, Seni, dan Matematika) secara lebih luas.


Koding Next: The Game hanyalah salah satu langkah pertama kami dalam membawa pembelajaran ke dunia digital yang lebih interaktif. Namun, langkah ini sangat berarti. Dunia virtual di Roblox membantu kami menunjukkan bahwa belajar tidak harus selalu formal atau dilakukan di ruang kelas. Belajar bisa dilakukan lewat permainan, kolaborasi, dan kreativitas. Kami percaya bahwa masa depan pendidikan akan banyak bergerak ke arah tersebut.


Melalui proyek ini, kami ingin memperkenalkan cara belajar yang relevan dengan cara anak-anak tumbuh. Mereka hidup di era digital, di mana dunia fisik dan virtual sering saling terhubung. Kami ingin memberi mereka ruang untuk mengasah keterampilan teknologi sambil tetap merasakan kebersamaan dan keseruan seperti saat bermain game.


Dengan terus mengikuti perkembangan industri teknologi dan dunia pendidikan global, kami berharap Koding Next dapat menjadi tempat belajar yang tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga membantu murid tumbuh menjadi pemikir kreatif, problem solver yang percaya diri, dan pembelajar sepanjang hayat. Dunia virtual kami di Roblox hanyalah permulaan, dan kami bersemangat untuk melihat ke mana inovasi berikutnya akan membawa kami.

 
 
 

Komentar


bottom of page