top of page

Dunia Kerja Berubah Cepat, Apa yang Harus Dipelajari Anak Hari Ini?

  • Gambar penulis: Aprilia Putri Sandora
    Aprilia Putri Sandora
  • 13 Jan
  • 3 menit membaca

Sebagai parents, wajar kalau kita sering memikirkan masa depan anak. Apakah mereka akan punya pekerjaan yang baik? Apakah sekolah yang dijalani sekarang cukup untuk menghadapi dunia kerja nanti? Pertanyaan-pertanyaan ini semakin sering muncul, terutama karena dunia terasa berubah begitu cepat.


Pekerjaan yang dulu terdengar aman dan menjanjikan, sekarang mulai bergeser. Teknologi berkembang pesat, dan cara manusia bekerja ikut berubah. Di tengah semua ini, banyak parents akhirnya bertanya hal yang sama sebenarnya, apa yang perlu dipelajari anak hari ini agar siap menghadapi masa depan?


Coba kita ingat saat masih sekolah dulu. Pilihan pekerjaan terasa lebih sederhana. Jika belajar rajin dan masuk jurusan yang “bagus”, masa depan terlihat cukup jelas. Tapi hari ini, ceritanya berbeda.


Banyak pekerjaan yang dulu ada, kini perlahan menghilang atau berubah bentuk. Tugas-tugas rutin mulai digantikan oleh software dan mesin. Bahkan kecerdasan buatan atau AI kini bisa melakukan hal-hal yang dulu hanya bisa dikerjakan manusia.


Masalahnya, perubahan ini sering kali lebih cepat dari sistem pendidikan. Anak-anak masih belajar dengan cara yang kurang relevan dengan dunia kerja masa depan. Nilai akademis tetap penting, tapi itu saja tidak cukup.


Sebagai parents, ini bisa terasa membingungkan. Kita ingin anak punya masa depan yang baik, tapi tidak selalu tahu harus mulai dari mana. Apakah anak perlu belajar teknologi sejak kecil? Apakah tidak terlalu dini? Atau justru terlambat jika menunggu?


Keterampilan yang Akan Sangat Dibutuhkan Anak


Dunia Kerja Berubah Cepat

Satu hal yang semakin jelas, kemampuan beradaptasi adalah kunci. Anak-anak di masa depan perlu terbiasa dengan perubahan, bukan takut padanya. Dan di sinilah keterampilan teknologi mulai memainkan peran penting.


Coding, misalnya, sering disalahpahami sebagai hal yang rumit dan hanya untuk anak “jenius”. Padahal, coding untuk anak justru lebih ke cara berpikir. Anak belajar menyusun langkah, mencari solusi, dan tidak mudah menyerah saat sesuatu tidak berjalan sesuai rencana. Saat anak belajar coding, mereka belajar bahwa kesalahan itu wajar. Program tidak jalan? Coba lagi. Perbaiki sedikit. Proses ini melatih logika, kesabaran, dan rasa percaya diri.


Begitu juga dengan pengenalan AI. Anak tidak perlu langsung memahami hal teknis yang rumit. Yang penting, mereka tahu bahwa teknologi ini ada, bagaimana cara kerjanya secara sederhana, dan bagaimana menggunakannya dengan bijak. Dengan begitu, anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tapi juga memahami dampaknya.


Selain keterampilan teknis, belajar teknologi juga membantu anak mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis. Anak diajak untuk bertanya, bereksperimen, dan membuat sesuatu. Ini adalah bekal penting untuk pekerjaan apa pun di masa depan, bahkan yang belum ada hari ini.


Bagaimana Orang Tua Bisa Mulai dari Sekarang?


Lalu, apa yang bisa kita lakukan sebagai orang tua? Yang terpenting, kita tidak perlu memaksa anak mengikuti semua tren. Anak tidak harus langsung menjadi ahli teknologi. Yang kita butuhkan adalah memberikan pengalaman belajar yang tepat, sesuai usia, dan menyenangkan.


Belajar coding dan AI seharusnya tidak terasa seperti pelajaran berat. Untuk anak, proses belajar idealnya terasa seperti bermain, bereksplorasi, dan berkreasi. Dengan pendekatan yang tepat, anak justru akan menikmati prosesnya. Di sinilah pentingnya memilih tempat belajar yang memahami kebutuhan anak. Program yang baik tidak hanya mengajarkan “cara”, tetapi juga membantu anak memahami “mengapa”. Anak diajak berpikir, bukan sekadar mengikuti instruksi.


Koding Next hadir untuk membantu orang tua dalam hal ini. Dengan kurikulum yang dirancang khusus untuk anak dan remaja, Koding Next memperkenalkan coding dan AI secara bertahap dan ramah anak. Anak belajar dari dasar, dengan metode yang visual, interaktif, dan relevan dengan dunia mereka. Pendekatan ini membantu anak membangun fondasi berpikir yang kuat. Mereka belajar memecahkan masalah, bekerja dengan ide, dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Semua ini bukan hanya berguna untuk dunia teknologi, tetapi juga untuk kehidupan secara umum.


Bagi orang tua, ini juga memberi rasa tenang. Kita tahu anak belajar sesuatu yang relevan dengan masa depan, tanpa harus kehilangan masa kecilnya. Anak tetap bermain, bersosialisasi, dan belajar, tapi dengan arah yang lebih siap menghadapi perubahan.


Menyiapkan Masa Depan Anak Tidak Harus Menunggu Nanti


Dunia Kerja Berubah Cepat

Dunia kerja akan terus berubah, dan kita tidak bisa memprediksi semuanya. Tapi kita bisa membekali anak dengan keterampilan yang membuat mereka lebih siap menghadapi apa pun yang datang.


Mengajarkan anak cara berpikir, beradaptasi, dan memahami teknologi sejak dini adalah salah satu investasi terbaik yang bisa kita berikan. Bukan untuk menekan anak, tapi untuk membuka lebih banyak pilihan di masa depan.


Jika parents ingin mulai memperkenalkan anak pada coding dan AI dengan cara yang ramah anak dan terarah, Anda bisa mendaftarkan anak Anda di Koding Next melalui tautan berikut:



 
 
 

Komentar


bottom of page