5 Rekomendasi Kegiatan Liburan Sekolah yang Edukatif untuk Anak
- Aprilia Putri Sandora
- 5 hari yang lalu
- 4 menit membaca
Diperbarui: 2 hari yang lalu
Liburan sekolah selalu jadi momen yang paling ditunggu anak-anak. Setelah berbulan-bulan belajar di kelas, akhirnya mereka punya waktu untuk istirahat dan menikmati hari tanpa tugas sekolah. Namun di sisi lain, banyak orang tua mulai bingung mencari aktivitas yang tidak cuma seru tapi juga tetap bermanfaat untuk perkembangan anak. Awalnya mungkin terasa menyenangkan karena anak bisa istirahat setelah sibuk belajar. Tapi masuk minggu kedua, biasanya mulai muncul drama kecil di rumah. Anak mulai bosan, bingung mau ngapain, lalu akhirnya kembali ke gadget sepanjang hari.
Rekomendasi Kegiatan Liburan Sekolah yang Seru dan Edukatif untuk Anak
Sebagai orang tua, rasanya pasti familiar mendengar kalimat seperti āMa, aku bosanā padahal baru lima menit lalu mereka main game atau nonton video. Di sisi lain, banyak parents juga ingin masa liburan tetap punya manfaat. Bukan berarti anak harus terus belajar seperti di sekolah, tapi setidaknya ada aktivitas yang bisa membuat mereka aktif, eksploratif, dan mencoba hal baru.
Kabar baiknya, kegiatan liburan sekolah tidak harus mahal atau ribet. Yang penting, anak tetap punya pengalaman yang menyenangkan sekaligus membantu perkembangan mereka. Bahkan aktivitas sederhana di rumah pun bisa jadi momen belajar kalau dikemas dengan cara yang seru. Nah, kalau parents masih bingung mencari ide aktivitas selama liburan, berikut beberapa rekomendasi kegiatan liburan sekolah yang bisa dicoba bersama anak.
Mengajak Anak Membaca Buku Favorit

Kadang orang tua suka langsung terpikir buku pelajaran saat mendengar kata membaca. Padahal, supaya anak menikmati prosesnya, yang penting justru adalah membiarkan mereka memilih bacaan yang mereka suka. Bisa buku cerita, komik, ensiklopedia hewan, cerita petualangan, atau bahkan majalah anak. Saat anak menikmati bacaannya, mereka sebenarnya sedang belajar banyak hal tanpa sadar. Mereka belajar memahami cerita, mengenal kosakata baru, melatih fokus, dan mengembangkan imajinasi. Supaya tidak terasa seperti ādisuruh belajarā, parents bisa ikut terlibat. Misalnya membaca bersama sebelum tidur atau mengajak anak ngobrol tentang cerita favorit mereka. Percaya atau tidak, momen sederhana seperti ini sering jadi hal yang paling diingat anak saat mereka dewasa nanti.
Masak Bareng Anak di Rumah
Kalau biasanya dapur identik dengan area yang tidak boleh berantakan, nah mom and dad boleh nih sesekali coba ubah jadi tempat eksplorasi buat anak selama liburan. Anak-anak biasanya senang saat merasa dilibatkan dalam aktivitas orang dewasa. Sesimple membantu bikin sandwich, decorate cake, atau mixing adonan pancake saja sudah bikin mereka excited.
Memasak bersama ternyata juga punya banyak manfaat loh mom and dad. Anak belajar mengikuti instruksi, belajar sabar menunggu proses, dan melatih koordinasi tangan mereka. Belum lagi momen-momen lucu saat hasil masakannya bentuknya berantakan tapi mereka tetap bangga menunjukkan hasil buatannya sendiri. The important one, jangan terlalu fokus pada hasil akhir. Dapur berantakan sedikit doesn't matter lah ya mom and dad. Justru dari situ biasanya tercipta momen bonding yang hangat antara orang tua dan anak.
Mengikuti Aktivitas Outdoor dan Eksplorasi Alam

Liburan sekolah juga jadi waktu yang pas nih mom and dad untuk mengajak anak lebih dekat dengan alam. Aktivitas outdoor membantu anak lebih aktif secara fisik dan mengurangi waktu bermain gadget. Parents tidak harus pergi jauh atau mengeluarkan biaya besar. Misalnya bisa dengan morning walk di taman, berkebun di rumah, simple picnic, atau mengunjungi zoo bisa jadi pengalaman belajar yang menyenangkan. Melalui aktivitas outdoor seperti ini anak jadi belajar mengenal lingkungan sekitar, memahami berbagai jenis tumbuhan dan hewan, serta meningkatkan rasa ingin tahu mereka terhadap dunia. Selain baik untuk kesehatan fisik, kegiatan di luar ruangan juga bisa membantu meningkatkan mood dan social skills anak.
Mengembangkan Kreativitas Lewat Seni dan Kerajinan
Kegiatan seni selalu jadi pilihan menarik saat liburan sekolah. Selain menyenangkan, aktivitas ini juga membantu anak mengekspresikan diri dan melatih kreativitas. Ada banyak kegiatan yang bisa dicoba seperti menggambar, melukis, membuat kerajinan tangan, origami, atau membuat simple decoration dari barang bekas di rumah. Parents tidak perlu terlalu memikirkan hasil yang sempurna. Biarkan anak bebas berkreasi sesuai imajinasi mereka. Dari sini, anak belajar berpikir kreatif, menyelesaikan masalah, dan membangun rasa percaya diri terhadap hasil karya sendiri. Kalau ingin lebih seru, parents juga bisa membuat proyek DIY bersama yang nantinya dipajang di rumah sebagai bentuk apresiasi untuk anak.
Mengikuti Holiday Camp Edukatif dari Koding Next

Nah, kalau parents ingin memberikan pengalaman liburan yang lebih seru sekaligus bermanfaat untuk masa depan anak, mengikuti holiday camp bisa jadi pilihan terbaik. Salah satu program yang menarik tahun ini adalah HealthTech Camp 2026 dari Koding Next. Program ini dirancang khusus untuk anak usia 4 sampai 16 tahun dengan konsep belajar teknologi secara fun dan interaktif.
Berbeda dari kegiatan belajar biasa, HealthTech Camp 2026 mengajak anak mengenal dunia kesehatan melalui teknologi seperti coding, robotik, AI, machine learning, dan IoT. Semua materi dikemas dalam bentuk project based learning sehingga anak belajar lewat praktik langsung jadi bukan hanya teori.
Program ini tersedia untuk berbagai kelompok usia dengan tema yang berbeda. Anak usia 4-7 tahun bisa mengikuti program seperti Germs Investigator dan Little Dentistās Lab. Sementara anak yang lebih besar dapat belajar membuat sistem AI sederhana, robot kesehatan, hingga proyek berbasis machine learning. Lalu yang paling menarik ialah di setiap sesi dibuat sesuai usia anak sehingga tetap terasa menyenangkan dan mudah dipahami. Anak-anak juga akan dibimbing oleh pengajar berpengalaman dan mendapatkan kesempatan mempresentasikan hasil project mereka di akhir program.
HealthTech Camp 2026 tersedia dalam format online dan offline sehingga parents bisa menyesuaikan dengan kebutuhan anak. Durasi programnya juga cukup fleksibel yaitu 2 hari dengan sesi 3 jam per harinya.
Selain membuat liburan jadi lebih produktif, program seperti ini juga membantu anak mengenal future skills sejak dini. Jadi mereka tidak hanya belajar teknologi, tapi juga melatih kreativitas, komunikasi, teamwork, dan kemampuan problem solving.
Informasi lengkap mengenai program bisa langsung dilihat di halaman resmi HealthTech Camp 2026 Koding Next




Komentar